Apakah lo seorang pencinta makanan pedas? 

Makanan pedas memang menjadi salah satu selera kuliner masyarakat Indonesia. Makanan pedas juga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencintanya. Sensasi kepedasan, berkeringat, muka memerah, dan lidah terasa panas selalu menggoda mereka yang menyukai makanan pedas untuk menikmatinya dalam berbagai suasana. 

Namun, sebagian orang sering menghindari makanan pedas karena takut mengalami gejala panas dalam. Beberapa gejala panas dalam yang mungkin muncul setelah menyantap makanan pedas di antaranya:

  • Sakit tenggorokan
  • Sariawan 
  • Bibir pecah-pecah 

Mereka sering mengaitkan kondisi tersebut dengan gejala panas dalam. Tapi, apakah benar panas dalam memiliki hubungan dengan makanan pedas atau kepedasan? Mari kita telusuri jawabannya berikut ini! 

Sebenarnya, Apa Sih Panas Dalam Itu?

Istilah panas dalam pastinya sudah nggak asing lagi di telinga kita. Panas dalam seringkali dihubungkan dengan rasa yang nggak enak di tenggorokan, biasanya terjadi rasa nyeri ketika menelan setelah mengonsumsi minuman atau makanan pedas, panas, maupun yang terlalu dingin.

Namun, istilah panas dalam sendiri sebenarnya nggak dikenal dalam dunia medis, lho! Kondisi yang selama ini digambarkan secara umum sebagai panas dalam juga bukanlah suatu penyakit, melainkan merupakan kumpulan gejala dari penyakit di tenggorokan atau sakit tenggorokan dan bisa juga merupakan gejala awal dari infeksi virus atau bakteri. 

Sedangkan menurut ilmu pengobatan tradisional, panas dalam dapat muncul ketika seseorang terlalu banyak konsumsi makanan yang diolah dengan suhu tinggi, seperti daging bakar dan gorengan; makanan tertentu, seperti buah durian dan coklat; serta makanan pedas atau makanan berbumbu pekat. Tetapi, hal tersebut belum dapat dijelaskan secara ilmiah. 

Sedangkan panas dalam menurut medis itu adalah gejala yang muncul dan juga terlihat berkaitan dengan peradangan di dalam tubuh, seperti infeksi saluran pernapasan, iritasi tenggorokan, dan naiknya asam lambung. Jadi intinya sih, panas dalam bukanlah penyakit, melainkan rangkaian gejala dari suatu penyakit yang bisa menyerang mulut, tenggorokan, dan sistem pencernaan akibat dari kondisi kesehatan tertentu. Dari sini, hal yang perlu kita ketahui bersama tentang panas dalam adalah mengetahui penyebab gejala-gejala yang dialami. Dengan demikian, kita tahu obat apa yang cocok untuk mengobati kondisi tersebut. 

Terus, Kenapa Makanan Pedas Bisa Menimbulkan Gejala Panas Dalam?

Buat para pencinta makanan pedas, sensasi pedas seperti berkeringat, muka memerah, dan lidah terasa panas bagaikan terbakar adalah hal yang dicari ketika menyantap makanan pedas. Terus, kenapa sih ketika makan makanan pedas sensasi tersebut bisa muncul? 

Jadi, makanan pedas atau panas, adalah sebuah stimulan. Jenis makanan tersebut merangsang sirkulasi darah dan menaikkan suhu tubuh. Kalau lo makan makanan pedas di tempat yang juga memiliki suhu tinggi, otomatis tubuh juga melakukan proses penguapan dengan mendorong produksi keringat yang berfungsi untuk mendinginkan tubuh. 

Sensasi dari makanan pedas diakibatkan oleh senyawa kimia bernama capsaicin yang ada dalam cabai. Senyawa ini yang merangsang reseptor rasa sakit, atau yang disebut TRPV1 untuk mengirim sinyal ke otak. Kemudian, sinyal tersebut diterima dengan terasanya lidah yang mulai memanas. Hal inilah yang membuat beberapa orang merasakan sensasi panas atau terbakar, dan saat itu pula muncul juga reaksi lainnya, seperti berkeringat, wajah memerah, atau mata berair. Semakin pedas dan panas, sensasi seperti rasa sakit pun semakin kuat. 

Suka Makanan Pedas, Tapi Takut Panas Dalam? Coba Tips Ini Deh!

Makanan pedas memang ampuh buat menambah nafsu makan. Banyak orang makan makanan pedas tanpa peduli sensasi atau gejala apa yang muncul setelahnya. Nah, buat lo yang suka makanan pedas tapi takut panas dalam dan bingung gimana cara meredakannya, berikut tips yang bisa lo coba! 

1. Minum Susu

Minum susu bisa meredakan rasa pedas setelah kita makan makanan pedas. Protein kasein yang terkandung dalam susu membantu menggantikan senyawa capsaicin yang menempel pada reseptor saraf lidah. Itu sebabnya sensai panas atau terbakar bisa cepat reda di dalam mulut atau lidah. 

2. Minum Air Putih

Air putih dapat membantu meredakan rasa panas di tenggorokan akibat makanan pedas, karena air putih berfungsi melembabkan tenggorokan dan mencegah terjadinya dehidrasi. Lo juga bisa minum air hangat yang dicampur dengan madu untuk membuat tenggorokan menjadi lebih nyaman akibat makanan pedas. 

3. Berkumur Dengan Air Garam

Berkumur air hangat yang dicampur dengan garam dapat membantu meredakan gejala panas dalam akibat makanan pedas. Lo bisa buat campuran ini dengan melarutkan ½ sendok teh garam ke dalam segelas air hangat. Sejak dulu, air garam telah digunakan untuk membersihkan luka, mencegah infeksi, dan menghilangkan bau mulut. 

4. Olahraga Dengan Rutin

Tubuh yang kurang fit membuat orang rentan terkena panas dalam. Mulai dari sariawan sampai sakit tenggorokan. Buat lo pecinta makanan pedas, yuk olahraga secara rutin! Karena olahraga dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Lakukan olahraga secara rutin minimal 15 menit setiap hari agar tubuh tetap bugar. 

5. Minum Jesscool

Makan makanan pedas yang berlebihan memang sering menjadi penyebab munculnya gejala panas dalam, seperti sariawan dan sakit tenggorokan. Karena makanan pedas yang mengandung cabai, merica, atau lada, jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memperburuk sakit pada tenggorokan, lho! Nah, buat mengatasi gejala panas dalam karena makan makanan pedas yang berlebihan, sebaiknya minum Jesscool yang beneran bikin cool! Karena kandungan extract thyme dan akar chicory di dalamnya, bisa mencegah dan mengobati gejala panas dalam.